Sepertinya hampir semua orang pernah menggunakan sosial media “Path”. Pada tahun 2013-2015, aplikasi ini cukup ngetrend dan benar-benar menjadi candu bagi penggunanya. Mereka bebas mengekspos postingan dari fitur path seperti Check-in, mendengarkan Musik, Menonton cinema, posting foto dan fitur sleep-wake up.
Jejaring media sosial berlogo huruf ‘P’ itu mengonfirmasi bahwa layanan aplikasi tersebut akan berakhir dan tutup pada 18 Oktober 2018 mendatang. Kabar pamitan Path ini diunggah lewat situs resmi dan akun Twitter mereka. Pada akun @path di Twitter pada tanggal 17 September beberapa waktu lalu bertuliskan ’’It is with deep regret to announce that Path service will be discontinued. It has been a long journey and we sincerely thank each one of you for your years of love and support Path. Please visit here https://path.com/goodbye for more details,”
Namun kini setelah kabar tersebut tersebar luas banyak sekali mantan pengguna aplikasi path yang menyayangkan dan mengenang kembali momen momen yang pernah mereka tampilkan pada aplikasi path nya,melalui social media lainya,sebut saja melalui insta story Instagram,mereka mempublikasikan kembali pada akun lainya di Instagram mengenai moment apa saja yang paling mereka kenang selama menggunakan aplikasi path.
Banyak pengguna aplikasi yang menyayangkan penutupan aplikasi path,namun bila dilihat kebelakang mereka disebut sudah tidak loyal lagi menggunakan aplikasi tersebut. Padahal aplikasi Path berbeda dari jejaring sosial lain, contohnya soal privasi. Jejaring sosial ini begitu eksklusif sehingga memungkinkan penggunanya berbagi momen hanya kepada 500 teman terdekat mereka saja,yang awalnya berjumlah 150 orang saja. Dari dulu memang Path membatasi jumlah teman para penggunanya agar bersifat lebih intim dan memang aplikasi tersebut diutamakan hanya untuk teman dekat saja
Namun seiring berjalanya Path dari 2010 banyak pengguna yang menggunakanya dengan presepsi yang lain.Sehingga banyak pengguna yang menganggap Path merupakan aplikasi ajang “pamer” yang dapat memperlihatkan tempat yang sering kita kunjungi,film ataupun buku yang menarik,dan berbagai hal lainya
Padahal bila presepsi tersebut dihilangkan dapat dilihat dari awal bila path pun meminimalkan kita hanya dapat berbagi momen hanya kepada 150 teman terdekat dikarenakan fungsi tujuan utama path adalah untuk sharing moment kepada orang-orang yang satu lingkungan saja sehingga diharapakan tidak akan adanya kesalahan presepsi seperti pamer,karena bila kita memang teman dekatnya kita akan menganggap itu sesuatu yang lumrah. Namun kesalah pahaman presepsi tersebut membuat pengguna path tidak nyaman dan tidak loyal lagi pada aplikasi tersebut.